Showing posts with label SD. Show all posts
Showing posts with label SD. Show all posts

Wednesday, April 22, 2020

Contoh Aktivitas Sosial

Pengertian Aktivitas Sosial


Pengertian sosial  adalah hal-hal yang berkenaan dengan masyarakat ataupun sifat-sifat kemasyarakatan yang memperhatikan kepentingan umum. Selanjutnya pengertian sosial menurut beberapa ahli:


Contoh Aktivitas Sosial




  • Keith Jacobs




Menurut Keith Jacobs sosial ialah sesuatu yang dibangun dan terjadi dalam sebuah komunitas.






  • Philip Wexler




Pengertian sosial menurut Philip Wexler menyatakan sosial adalah sifat dasar dari setiap individu manusia.






  • Enda M.C.




Sosial menurut Enda M. C. ialah suatu cara tentang bagaimana para individu saling berhubungan satu dengan lainnya.






  • Lena Dominelli




Sosial merupakan bagian yang tidak utuh dari sebuah hubungan manusia sehingga membutuhkan sebuah pemakluman atas hal-hal yang bersifat rapuh didalamnya.






  • Paul Ernest




Sedangkan Paul Ernest berpendapat bahwa sosial adalah sejumlah manusia secara individu yang terlibat dalam berbagai kegiatan bersama.






  • Engine Fahri I.




Menurut Engine Fahri arti sosial yakni sebuah inti dari bagaimana para individu berhubungan walaupun masih tetap ada perdebatan tentang pola berhubungan bagi para individu tersebut.






  • Peter Herman




Peter Herman berpendapat bahwa sosial ialah sesuatu yang dipahami sebagai sebuah perbedaan namun tetap merupakan sebagai satu kesatuan.


Jadi aktivitas sosial adalah aktivitas yang dilakukan dalam masyarakat atau kelompok.




Unsur-Unsur Sosial


Berikut ini beberapa ciri dan unsur sosial yang menjadi karakteristik sosial itu.



  1. Kelompok sosial

  2. Kebudayaan

  3. Lembaga sosial

  4. Stratifikasi sosial

  5. Kekuasaan dan kewenangan





Manfaat Aktivitas Sosial



  1. Menciptakan komunitas yang sehat ketika satu orang melakukan perbuatan baik, maka tindakan tersebut akan berdampak baik juga untuk orang lain bahkan hal itu bisa menjadi contoh dan ditiru oleh yang lain. Satu studi menemukan, bahwa orang lebih mungkin untuk melakukan kebaikan dengan melihat contoh dari orang lain

  2. Meningkatkan rasa kepercayaan diri. Sebuah studi ilmiah di bidang sosiologi, yang mengatakan bahwa remaja yang terlibat aktif dalam kegiatan sosial memiliki nilai sekolah yang lebih baik juga memiliki citra positif tentang dirinya lebih dari rekan mereka yang tidak sama sekali terlibat dalam kegiatan sosial

  3. Menambah relasi

  4. Menambah pengalaman

  5. Menumbuhkan jiwa sosial

  6. Membuka pintu rejeki

  7. Menumbuhkan kreativitas





Contoh Aktivitas Sosial



  1. Kerja bakti membersihkan selokan dan jalan

  2. Menyapa tetangga ketika berpapasan di jalan dengan nada yang ramah dan senyuman

  3. Ronda malam untuk bersama-sama menjaga keamanan di lingkungan sekitar

  4. Melakukan penyuluhan bahaya penyalahgunaan obat-obatan terlarang narkoba bekerja sama dengan dinas kesehatan atau BNN

  5. Berpartisipasi dalam menyambut peringatan hari kemerdekaan sekaligus mengikuti lomba 17an antar warga

  6. Melayat ketika ada tetangga yang meninggal sebagai bentuk simpati

  7. Menjenguk tetangga, kerabat, teman dan saudara yang sakit atau memberi bantuan materi jika ada orang yang datang dari keluarga yang kekurangan

  8. Memberi bingkisan sebagai tanda selamat bagi tetangga yang baru saja melahirkan atau menikah

  9. Membagikan buah tangan atau oleh-oleh seperti makanan atau bingkisan lainnya untuk tetangga

  10. Galang dana untuk membantu korban musibah bencana alam atau yang sangat membutuhkan. Dan masih banyak lagi contoh aktivitas sosial.




Syarat-syarat Interaksi Sosial


Suatu interaksi sosial tidak akan mungkin terjadi apabila tidak memenuhi dua syarat, yaitu adanya kontak sosial (social contact) dan komunikasi (communication). Berikut penjelasan dari kedua syarat tersebut.






  • Kontak Sosial




Istilah kontak berasal dari kata Latin, yaitu cum atau con yang berarti “bersama-sama” dan tangere yang berarti “menyentuh”. Secara harfiah, kontak berarti bersama-sama menyentuh, tetapi dalam pengertian sosiologis kontak tidak selalu berarti sentuhan fisik. Menurut Abdulsyani (1994:154), kontak sosial adalah hubungan antara satu orang atau lebih, melalui percakapan dengan saling mengerti tentang maksud dan tujuan masing-masing dalam kehidupan masyarakat.


Dalam kontak sosial dapat terjadi secara langsung dan tidak langsung. Kontak sosial secara langsung adalah kontak sosial yang melalui suatu pertemuan dengan bertatap muka dan berdialog antara kedua belah pihak, sedangkan kontak sosial secara tidak langsung adalah kontak sosial yang menggunakan alat sebagai perantaranya, contohnya telepon, radio, surat, dan lain-lain.






  • Komunikasi




Komunikasi adalah suatu proses saling memberikan tafsiran kepada atau dari perilaku pihak lain. Melalui tafsiran pada perilaku pihak lain, seseorang mewujudkan perilaku sebagai reaksi terhadap maksud atau peran yang ingin dismpaikan oleh pihak lain itu.


Menurut Soekanto (2012:60), komunikasi adalah bahwa seseorang memberikan tafsiran pada perikelakuan orang lain (yang berwujud pembicaraan, gerak-gerik badaniah atau sikap) perasaan-perasaan apa yang ingin disampaikan oleh orang tersebut. Orang yang bersangkutan kemudian memberikan reaksi terhadap perasaan yang ingin disampaikan oleh orang lain tersebut.


Untuk mewujudkan suatu interaksi sosial, suatu kontak dapat terjadi tanpa komunikasi. Contohnya, jika orang Indonesia bertemu dengan orang Jepang, mereka saling berjabat tangan. Lalu orang Jepang tersebut berbicara bahasa Jepang dengan orang Indonesia tersebut, padahal orang Indonesia itu tidak paham bahasa Jepang. Maka, dalam hal tersebut kontak sosial telah terjadi, akan tetapi komunikasi tidak terjadi, karena kedua orang tersebut tidak mengerti maksud perasaan masing-masing. Jadi, interaksi sosial tidak terjadi.




Bentuk-bentuk Interaksi Sosial


Proses-proses interaksi yang pokok menurut Soekanto (2012) dibagi menjadi dua yaitu, proses yang asosiatif dan disosiatif sebagai berikut.




Proses-proses yang Asosiatif



  • Kerjasama (cooperation)


Kerjasama adalah suatu bentuk proses sosial di mana di dalamnya terdapat aktivitas tertentu yang ditijukan untuk mencapai tujuan bersama dengan saling membantu dan saling memahami terhadap aktivitas masing-masing. Bentuk dan pola-pola kerjasama dapat dijumpai pada semua kelompok manusia. Kerja sama timbul karena orientasi orang-perorangan terhadap kelompoknya (yaitu in-group-nya) dan kelompok lainnya (yang merupakan out-group-nya).


Pentingnya kerja sama dikemukakan oleh Charles H. Cooley dalam Soekanto (2012:66) bahwa “kerjasama timbul apabila orang menyadari bahwa mereka mempunyai kepentingan-kepentingan yang sama dan pada saat yang bersamaan mempunyai cukup pengetahuan dan pengendalian terhadap diri sendiri untuk memnuhi kepentingan-kepentingan tersebut; kesadaran akan adanya kepentingan-kepentingan yang sama dan adanya organisasi merupakan fakta-fakta yang penting dalam kerja sama yang berguna.





  • Akomodasi atau penyesuaian diri (accomodation)


Akomodasi adalah suatu keadaan hubungan antara kedua belah pihak yang menunjukkan keseimbangan yang berhubungan dengan nilai dan norma-norma sosial yang berlaku dalam masyarakat. Menurut Soekanto (2012:69) tujuan akomodasi dapat berbeda-beda sesuai dengan situasi yang dihadapinya sebagai berikut.




Proses-proses yang Disosiatif



  • Persaingan (competition)


Persaingan menurut Soekanto (2012:83) dapat diartikan sebagai suatu proses sosial, di mana individu atau kelompok-kelompok manusia yang bersaing mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan yang pada suatu masa tertentu menjadi pusat perhatian umum (baik perseorangan maupun kelompok manusia) dengan cara menarik perhatian publik atau dengan mempertajam prasangka yang telah ada tanpa mempergunakan ancaman atau kekerasan.



  • Kontravensi (Contravention)


Kontravensi adalah suatu bentuk proses sosial yang berada antara persaingan dan pertikaian. Kontravensi terutama ditandai oleh gejala-gejala adanya ketidakpastian mengenai diri seseorang atau suatu rencana dan perasaan tidak suka yang disembunyikan, kebencian, atau keragu-raguan terhadap kepribadian seseorang.



  • Pertentangan atau pertikaian (conflict)


Pertikain adalah bentuk persaingan yang berkembnag ke arah negatif, artinya karena di satu pihak bermaksud untuk mencelakakan atau palig tidak berusaha untuk menyingkirkan pihak lainnya.




Contoh Kegiatan Sosial


BAKTI SOSIAL DI DESA TANGGUNGHARJO


Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun RI yang ke – 61, semua sekolah mengikuti karnaval yang diadakan setahun sekali oleh Pemkot Purwodadi. Namun, SMA Muhammadiyah Purwodadi lebih memilih untuk tidak mengikuti acara tersebut.


SMA Muhammadiyah purwodadi lebih bisa memanfaatkan moment bersejarah ini dengan mengadakan acara bakti sosial di desa – desa yang mayoritas penduduknya termasuk kategori menengah ke bawah. Kegiatan yang positif dan lebih bermanfaat ini dilaksanakan dengan membagikan atau memberikan paket SEMBAKO bagi masyarakat yang membutuhkan.


Untuk bakti sosial tahun ini SMA Muhammadiyah Purwodadi memilih desa Tanggungharjo. Desa ini terletak di sebelah Timur Grobogan yang jaraknya + 10 km dari SMA Muhammadiyah Purwodadi. Kita semua berharap semoga dengan adanya acara ini akan tumbuh rasa saling menyayangi dan mempererat tali silaturahmi antar sesama.


Jika dipikir – pikir, kegiatan ini lebih bermanfaat dan lebih praktis daripada mengikuti karnaval yang belum tentu mendapatkan kemenangan. Selain mendapat pandangan yang baik dari warga, kita juga akan mendapatkan pahala seperti pepatah “sambil menyelam minum air”.


Untuk melaksanakan kegiatan ini para siswa dipungut biaya Rp 10.000,00. Semua uang yang telah terkumpul digunakan untuk membeli sembako yang akan dibagikan dalam bakti sosial tersebut. Banyaknya paket yang dibagikan adalah sebanyak 400 paket sembako.


Setiap paket sembako berisi :


1. 1 kg gula pasir

2. 1 kg minyak goreng

3. 5 bungkus mie instan


Bakti sosial ini juga diikuti oleh para siswa, guru dan karyawan. Tak ketinggalan pula untuk memeriahkan acara tersebut, artis – artis SMA Muhammadiyah Purwodadi (band SMA) juga diundang untuk berpartisipasi. Mereka menghibur warga dengan suara emas yang mereka miliki. Antusias warga sendiri juga sangat bagus, mereka sangat berterimakasih sekali kepada SMA Muhammadiyah Purwodadi yang telah memberikan sembako kepada mereka.




demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id mengenai Contoh Aktivitas Sosial : Pengertian, Unsur, Manfaat, Contoh, Syarat, Bentuk, Beserta Kegiatannya, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semua.



Sumber jk.com

Cara Mengajar yang Baik

Pengertian Strategi Belajar Mengajar


Kata strategi berasal dari kata Strategos (Yunani) atau Strategos. Strategos berarti jendral atau berarti pula perwira negara (states officer). Secara bahasa strategi dapat diartikan sebagai siasat, kiat, trik, atau cara. Sedangkan secara umum strategi adalah suatu garis besar haluan dalam bertindak untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.


Adapun strategi belajar mengajar dapat diartikan sebagai pola umum kegiatan guru-murid dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan. Atau dengan kata lain, strategi belajar mengajar merupakan sejumlah langkah yang direkayasa sedemikian rupa untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu.


Menurut Mansyur (1991), batasan belajar mengajar yang bersifat umum mempunyai empat dasar strategi, yaitu:



  1. Mengidentifikasi serta menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku dan kepribadian anak didik sebagaimana yang diharapkan.

  2. Memilih sistem pendekatan belajar mengajar berdasarkan aspirasi dan pandangan hidup masyarakat.

  3. Memilih dan menetapkan prosedur, metode, dan teknik belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif sehingga dapat dijadikan pegangan oleh guru dalam menunaikan kegiatan mengajamya.

  4. Menetapkan norma-norma dan batas minimal keberhasilan atau kriteria serta standar keberhasilan sehingga dapat dijadikan pedoman oleh guru dalam melakukan evaluasi hasil kegiatan belajar mengajar yang selanjutnya akan dijadikan umpan balik buat penyempumaan sistem instruksional yang bersangkutan secara keseluruhan.




Indikator Mengajar Efektif


Elizabeth perrott mengemukakan indicator mengajar efektif yang dapat diamati dari hasil studi beberapa ahli:






  • Indikator Ryan




Menurut Ryan dan koleganya ada 3 faktor utama yang muncul dalam karya ini yang masing-masing terdiri atas dua kutub:



  1. Hangat dan mengerti versus dingin dan menyendiri

  2. Teratur dan cekatan versus berantakan dan jorok

  3. Merangsang dan imajinatif versus dungu dan rutin







  • Indikator Flander




Studi Flander mengamati dua cara mengajar yang kontras: terikat (direct) dan tidak terikat (indirect). Mengajar yang terikat ditandai kepercayaan guru atas ceramah, kritisisme, pembenaran (justification), otorita, dan pemberian pengarahan. Mengajar yang tidak terikat ditandai oleh kepercayaan guru atas pertanyaan, menerima perasaan siswa, mengakui ide-ide, dan memberikan hadiah dan dorongan.






  • Kolerasi Rosenshine dan Furst




Tes prestasi baku biasa digunakan dalam suatu periode pengajaran dengan membandingkan skor siswa selama dan sesudah periode pengajaran untuk memperoleh suatu pengukuran “perolehan prestasi”. Dari data yang dianalisis dapat ditentukan perilaku guru mana yang berhubungan dengan perolehan prestasi siswa-siswa




Prinsip Mengajar Yang Efektif


Menurut Sahabuddin,2007, keefektifan mengajar dapat dicapai bila guru memiliki profil guru sebagai berikut:






  • Menguasai Materi Pelajaran Yang Akan Diajarkan




Penguasaan materi pengajaran termasuk didalamnya kemampuan mengorganisasikan dan menyesuaikan materi pelajaran menurut tingkat kemampuan, minat, dan kecepatan murid masing-masing.






  • Kesehatan dan Kondisi Jasmani




Mengajar adalah tugas atau kegiatan yang sangat memerlukan kesehatan dan kondisi jasmani. Gangguan kesehatan dan jasmani dapat mengurangi kemampuan guru dalam melaksanakan tugas mengajar.






  • Sifat Kepribadian dan Pengusaan Diri




Kepribadian dan perilaku guru besar sekali pengaruhnya terhadap anak-anak muda. Dalam menghadapi tugasnya sebagai guru ia menghadapi anak-anak yang berbeda-beda perilakunya:


Ada yang menyenangkan ada yang menjengkelkan. Dalam hal ini guru harus dapat mengendalikan perasaannya.






  • Mengerti Sifat dan Perkembangan Manusia




Baik  pria maupun wanita, mungkin berminat sekali untuk mengajar, tetapi mungkinmereka tidak mengerti rangkaian perkembangan manusia sehingga mereka tidak berhasil mengajar sebagimana mestinya. Salah satu tngkat perbedaan program pendidikan tradisional dengan pendidikan modern, adalah dalam hal mempersiapkan guru yang mengerti pola perkembangan manusia. Pendidikan modern sangat mengutamakan persiapan guru yang mengerti pola perkembangan manusia.






  • Pengetahuan dan Kemampuan Menggunakan Prinsip-prinsip Mengajar




Apa yang harus dijarkan, mengapa, bilamana dan bagaimana mengajarkannya, tergantung dari beberapa factor, anatara lain adalah :



  1. Kebutuhan secara individual, dan social

  2. Kesiapan belajar

  3. Kesempatan belejar mengajar yan dapat berguna


Penggunaan prinsip-prinsip ini secara konsisten merupakan dasar untuk mengajar yang efektif.






  • Toleransi Budaya, Agama, dan Suku Bangsa




Guru menghadapi anak-anak yang mungkin berasal dari berbagai system budaya, agama, dan suku bangsa yang berbeda-beda. Dalam hal ini guru harus menghormati tradisi dan adat istiadat, agama, suku bangsa, dan lain-lain yang dianut oleh murid-murid.






  • Peningkatan Profesi dan Budaya




Guru harus mengambil bagian dalam kegiatan-kegiatan yang bersifat meningkatkan profesi sebagai guru pengembang kebudayaan. Apa yang dipelajari secara teoritis belum tentu cocok dengan praktek. Oleh sebab itu,guru harus giat menambah pengetahuan, dan pengalamannya secara mencocokkan teori dengan praktek. Dengan demikian, mereka harus berperandalam mengembangkan dalam memperkaya kebudayaan.




Ciri-ciri Mengajar Yang Baik


Sahabuddin(2007), mengemukakan ciri-ciri mengajar yang baik adalah sebagai berikut:






  • Kecakapan Membimbing Belajar




Mengajar bukan semata-mata suatu proses memberi pengetahuan kepada belajar, bukan pula sekedar menghilangkan sifatsifat dan kecenderungan yang tak diingini, tetapi yang pokok dan utama adalah membimbing dan menuntun pelajar dan mendorong mereka untuk mencapai hasil belajar. Bimbingan ini agaknya lebih bersifat saran dan tidak bersifat perintah.






  • Ramah dan Simpatik




Mengajar yang baik tidak terdapat dalamsituasi yang kurang ramah dan  simpatik terhadap minat dan kebutuhan pelajar. Guru yang baik dapat mengetahui anak yang terkebelakang dan yang paling cakap. Ia mengerti bahwa mereka belum matang dan bahwa mereka membutuhkan simpatik dan pertolongan. Karena itu, guru menciptakan suasana sekolah yang menyenangkan, suasana yang menerupai keadaan di rumah mereka.






  • Berencana Dengan Baik




Guru yang baik selalu memikirkan seluruh masalah yang telah ada, dan yang mungkin dialami dan dihadapi sebelum melanjutkan peljaran. Berdasarkan ini direncanakanlah pelajaran yang akan diberikan. Pelajaran yang tak direncanakan lebih dahulu kurang dapat diharapkan hasilnya. Guru tak berhasil mengerjakannya dan murid tak berhasil mengertinya.






  • Kerjasama




Salah satu yang diharapkan dari guru yang baik adalah jalinan kerjasama yang baik antara guru dan pelajar. Oleh sebab itu, guru harus mempunyai rencana yang bai untuk dapat bekerjasama dengan pengajar dalam organisasi, manajemen, partisipasi diskusi, pemberian tugas dan penilaian hasil belajar.






  • Memberikan Saran dan Anjuran




Mengajar yang baik berlangsung atas dasar saran dan bukan atas dasar perintah. Guru dalam menempatkan daya pimpinannya atau wibawanya, menuntun muridny dengan hati yang luhur.ini tidak berarti bahwa murid tidak menghormati kewibawaan guru. Guru yang baik pada keseluruhannya berarti memelihara watak dengan menciptakan suasana yang didalamnya anak dapat berkembang menurut kodratnya.






  • Demokrasi




Mengajar yang baik berarti mengusahakan teciptanya suatu suasana  lingkungan demokrasi yang didalamnya orang saling menghargai hak pribadi masing-masing. Dalam lingkungan ini guru berpedoman pada teori bahwa masing-masing individu mempunyai hak yang sama dalam kelas. Oleh sebab itu, sewajarnyalah kalau mereka itu mendapat perlakuan yang sama. Demokrasi menuntut supaya setiap anggota kelompok memperoleh perlakuan dan layanan yang sama.






  • Merangsang




Guru yang baik merangsang perkembngan  kepribadian dan aktivitas murid-murid dengan pengantaraan kepribadian dan aktivitasnya. Guru menempatkan diri sebagai teladan. Lingkungan sekolah adalah lingkungan yang tersaring dan aktivitasnya adalah aktivitas yang terarah. Ini berarti bahwa guru yang baik memberikan rangsangan melalui pengajaran, dorongan aktivitas, kritik, dan saran-saran yang bersifatedukatif.






  • Memperhitungkan Masa Lampau Siswa




Guru yang cakap mengerti bahwa pendidikan yang baik adalah mengoganisasikan kembali pengalaman-pengalaman masa lampau.






  • Progresif




Senang dan puas terhadap apa yang pernah dicapai dengan situasi yang statis bukan pertanda pengajaran yang baik. Guru yang baik selalu berusaha untuk mencapai yang lebih baik dari yang telah dicaai sebelumnya.






  • Mendiaknosis Kesulitan-kesulitan




Guru yang baik senantiasa mem[erhatikan kesulitan-kesulitan yang dialami oleh murid-muridnya. Dengan diketahuinya kesulitan-kesulitan yang sering dialami, dapat dipikiran dan direncanakan cara-cara pertolongan yang mungkin diberikan kepada anak-anak, baik secara umum maupun secara perseorangan.






  • Menyembuhkan(remedimatie)




Pekerjaan penyembuhan adalah sangat penting bagi anak utamanya dalam pengajaran yang membutuhkan ketangkasan  atau keterampilan kalau anak tidak menguasai keteramplan yang dibutuhkan mereka akan sukar untuk meningkat pada penguasaan selanjutnya, misalnya kesalahan penertuan dalam cara-cara berhitung, membaca menulis, dan lain-lain. Hal demikian mengakibatkan anak itu terlambat.






  • Memberi Kebebasan Terhadap Anak-anak




Kebebasan yang di maksud dalamhal ini bukanlah kebebasan untuk bertindak semau-maunya tanpa ada khaidah dan norma, tetapi memberi bimbingan menurut pola-pola tujuan yang diinginkan.anak- anak tidak merasa tertekan, karena tujuan yang ingin dicapai itu didasari sebagai tujuan yang sesuai dengan kebutuhannya.




Metode Mengajar yang Efektif


Dari segi bahasa metode berasal dari dua kata, yaitu meta dan hodos. Meta berarti ‘melalui’ dan hodos berarti ‘jalan’ atau ‘jalan’. Dengan demikian metode adalah dapat berarti cara atau jalan yang harus dilalui untuk mencapai suatu tujuan. Ada juga yang mengartikan bahwa metode adalah suatu sarana untuk menemukan, menguji, dan menyusun data yang diperlukan bagi pengembangan disiplin tersebut.


Singkatnya metode adalah jalan untuk mencapai tujuan. Adapun kata ‘metodologi’ berasal dari kata ‘metoda’ dan ‘logi’. Logi berasal dari bahasa Yunani logos yang berarti akal atau ilmu. Jadi metodologi artinya ilmu tentang jalan atau cara yang harus dilalui untuk mencapai suatu tujuan.


Sebagai suatu ilmu, metodologi merupakan bagian dari perangkat disiplin keilmuan yang menjadi induknya. Hampir semua ilmu pengetahuan mempunyai metodologi tersendiri. Oleh karena itu ilmu pendidikan sebagai salah satu disiplin ilmu juga memiliki metodologi yaitu metodologi pendidikan.


Jadi,  yang dimaksud dengan metode pengajaran yaitu suatu ilmu pengetahuan tentang motode yang dipergunakan dalam pekerjaan mendidik. Atau bisa juga yang dimaksud metode mengajar adalah suatu pengetahuan tentang cara-cara mengajar yang di pergunakan oleh seorang guru atau instruktur.


Metode mengajar yang digunakan untuk menyampaikan informasi berbeda dengan cara yang ditempuh untuk memantapkan siswa dalam menguasai pengetahuan keterampilan, dan sikap ( kognitif, efektif). Khusus metode mengajar di dalam kelas, efektivitas suatu metode dipengaruhi oleh factor tujuan, factor siswa, factor situasi, dan factor guru itu.


Didalam penggunaan metode ada beberapa syarat- syarat sebagai berikut:



  1. Metode mengajar yang dipergunakan harus dapat membangkitkan motif, minat, atau gairah belajar siswa.

  2. Metode mengajar yang dipergunakan harus dapat memberikan kesempatan bagi siswa untuk mewujudkan hasil karya

  3. Metode mengajar yang dipergunakan harus dapat menjamin perkembangan kegiatan kepribadian siswa.

  4. Metode mengajar yang dipergunakan harus dapat meransang keinginan siswa untuk dapat belajar lkebih lanjut, untuk melakukan eksplorasi dan inovasi (pembangunan).

  5. Metode mengajar yang dipergunakan harus dapat mendidik murid dalam teknik belajar sendiri dan cara memperoleh penngetahuan melalui usaha pribadi.

  6. Metode mengajar yang dipergunakan dapat mentiadakan penyajian yang bersifat verbalitas dan menggantinya dengan pengalaman atau stuasi yang nyatra dan bertujan.

  7. Metode mengajar yang dipergunakan harus dapat menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai dan sikap-sikap utama yang diharapkan dalam kebiasaan cara bekerja yang baik dalam kehidupan sehari- hari.




Klasifikasi Strategi Belajar Mengajar


Menurut Tabrani Rusyan dalam Mansyur menyatakan bahwa terdapat berbagai masalah sehubungan dengan strategi belajar mengajar yang secara keseluruhan di klasifikasikan menjadi 7 bagian, seperti berikut:






  1. Konsep dasar strategi belajar mengajar




Seperti telah diuraikan pada subpokok bahasan sebelumnya, konsep dasar strategi belajar mengajar ini meliputi hal-hal:



  1. Menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan perilaku,

  2. Menentukan pilihan berkenaan dengan pendekatan terhadap masalah belajar mengajar

  3. Memilih prosedur, metode dan teknik belajar mengajar,

  4. Norma dan kriteria keberhasilan kegiatan belajar mengajar.

  5. Sasaran kegiatan belajar mengajar


Setiap kegiatan belajar mengajar mempunyai sasaran atau tujuan. Tujuan itu bertahap dan berjenjang mulai dari yang sangat operasional dan konkret yakni tujuan Instruksional khusus dan tujuan Instruksional umum, tujuan kulikuler, tujuan nasional, sampai kepada tujuan yang bersifat universal.






  1. Belajar mengajar sebagai suatu sistem




Belajar mengajar selaku suatu sistem Instruksional mengacu kepada pengertian sebagai seperangkat komponen yang saling bergantung satu sama lain untuk mencapai tujuan. Selaku suatu sistem, belajar mengajar meliputi sejumlah komponen antara lain, tujuan, bahan, siswa, guru, metode, situasi dan evaluasi. Agar tujuan itu tercapai semua komponen yang ada harus diorganisasikan sehingga antar sesama komponen itu terjadi kerja sama. Karena itu guru tidak boleh hanya memperhatikan komponen-komponen tertentu saja misalnya metode, bahan dan evaluasi saja, tapi ia harus mempertimbangkan komponen secara keseluruhan.






  1. Hakikat proses belajar




Belajar adalah proses perubahan perilaku berkat pengalaman dan latihan. Artinya tujuan kegiatan belajar ialah perubahan tingkah laku baik yang menyangkut pengetahuan, keterampilan maupun sikap, bahkan meliputi segenap aspek organisme atau pribadi. Kegiatan belajar mengajar seperti mengorganisasi pengalaman belajar, mengolah kegiatan belajar mengajar, menilai proses dan hasil belajar, kesemuanya termasuk dalam cakupan tanggung jawab guru.






  1. Entering Behavior Siswa




Tingkat dan jenis karakteristik perilaku siswa yang telah dimilikinya pada saat akan memasuki kegiatan belajar-mengajar inilah yang dimaksudkan dengan entering behavior. Entering behavior ini akan dapat kita identifikasi dengan berbagai cara, antara lain:



  1. Secara tradisional, telah lajim para guru memulai dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan mengenai bahan yang telah diberikan terdahulu sebelum menyajikan bahan baru.

  2. Secara inovatif, guru-guru tertentu pada berbagai lembaga pendidikan yang telah dimiliki atau mampu mengembangkan instrumen pengukuran prestasi belajar secara memadai, sudah mulai dengan mengadakan pre-test sebelum mereka memulai dengan program kegiatan belajar-mengajarnya.




Konsep Dasar Belajar Mengajar


Menurut Mansyur dan Syaiful Bahri, ada empat hal yang menjadi konsep dasar untuk merencanakan sebuah strategi belajar dan mengajar yaitu sebagai berikut.





  1. Mengidentifikasi, menetapkan spesifikasi  perubahan tingkah laku  dan kepribadian anak didik.


Spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku yang bagaimana yang diinginkan sebagai hasil belajar mengajar yang dilakukan itu. Sasaran yang dituju harus jelas dan terarah. Oleh karena itu, tujuan pengajaran yang dirumuskan harus jelas dan konkret, sehingga mudah dipahami oleh anak didik.





  1. Memilih sistem pendekatan  belajar mengajar.


Memilih cara pendekatan belajar mengajar yang duanggap paling tepat dan efektif untuk mencapai sasaran. Bagaimana cara guru memandang suatu persoalan, konsep, pengertian, dan teori apa yang guru gunakan dalam memecahkan suatu kasus, akan mempengaruhi hasilnya.





  1. Memilih dan menetapkan prosedur metode, dan teknik belajar mengajar yang dianggap tepat dan efektif.


Memilih dan menetapkan prosedur, metode, dan teknik belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif. Metode atau teknik penyajian untuk memotivasi anak didik agar mampu menerapkan pengetahuan dan pengalamannya untuk memecahkan masalah, berbeda denga cara atau metode supaya anak didik terdorong dan mampu berpikir bebas dan cukup memiliki keberanian untuk mengemukakan pendapatnya sendiri.





  1. Menetapkan norma norma dan batas minimal keberhasilan keberhasilan atau kriteria standar keberhasilan.


Menerapkan norma-norma atau kriteria keberhasilan sehingga guru mempunyai pegangan yang dapat dijadikan ukuran untuk menilai sampai sejauh mana keberhasilan tugas-tugas yang telah dilakukannya.


Setiap kegiatan belajar mengajar mempunyai sasaran atau tujuan. Tujuan tersebut bertahap dan berjenjang mulai dari yang sangat operasional dan konkret, yakni tujuan instruksional khusus dan tujuan instruksional umum, tujuan kurikuler, tujuan nasional, sampai kepada tujuan yang bersifat universal.




Belajar Mengajar Sebagai Suatu Sistem


Menurut Gordon (1990) Sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri atas komponen-komponen yang terpadu dan berproses untuk mencapai tujuan. Belajar-mengajar sebagai suatu sistem, atau lebih dikenal sistem instruksional menunjuk pada pengertian sebagai sekelompok atau seperangkat bagian atau komponen yang saling bergantung (interdependen) satu sama lain untuk mencapai tujuan. Oleh karena itu, sistem senantiasa merupakan suatu keseluruhan atau totalitas dari semua bagian yang satu sama lain tidak dapat dipisah-pisahkan.


Sebagai suatu sistem, belajar-mengajar mengandung sejumlah komponen yakni terdiri dari: Siswa, Guru, Tujuan, Materi, Metode, Evaluasi, Sarana dan Lingkungan. Berikut ini paparan dari masing-masing komponen adalah sebagai berikut:






  1. Siswa




Teori didaktik metodik telah bergeser dalam menempatkan siswa sebagai komponen proses belajar-mengajar (PBM). Siswa yang semula dipandang sebagai objek Pendidikan bergeser sebagai subjek Pendidikan. Sebagai subjek, siswa adalah kunci dari semua pelaksanaan Pendidikan. Tiada Pendidikan tanpa anak didik. Untuk itu, siswa harus dipahami dan dilayani sesuai dengan hak-hak dan tanggungjawabnya sebagai siswa.


Siswa adalah individu yang unik. Mereka merupakan kesatuan psiko-fisis yang secara sosiologis berinteraksi dengan teman sebaya, guru, pengelola sekolah, pegawai administrasi, dan masyarakat pada umumnya. Mereka datang ke sekolah telah membawa potensi psikologis dan latar belakang kehidupan social. Masing-masing memiliki potensi dan kemampuan yang berbeda. Potensi dan kemampuan inilah yang harus dikembangkan oleh guru di sekolah.






  1. Guru




Guru adalah sebuah profesi. Oleh sebab itu, pelaksanaan tugas guru harus profesional. Walaupun seorang guru sebagai individu memiliki kebutuhan pribadi dan memiliki keunikan tersendiri sebagai pribadi, namun guru mengemban tugas mengantarkan anak didiknya mencapai tujuan. Untuk itu, guru harus menguasai seperangkat kemampuan yang disebut kompetensi guru. Oleh sebab itu, tidak semua orang bisa menjadi guru yang profesional. Kompetensi guru itu mencakup menguasai siswa, menguasai tujuan, menguasai metode pembelajaran, menguasai materi, menguasai cara mengevaluasi, menguasai alat pembelajaran, dan menguasai lingkungan belajar.






  1. Tujuan




Tujuan yang harus dipahami oleh guru meliputi tujuan berjenjang mulai dari tujuan pendidikan nasional, tujuan institusional, tujuan kurikuler, tujuan umum pembelajaran, sampai tujuan khusus pembelajaran. Proses belajar-mengajar tanpa tujuan bagaikan hidup tanpa arah. Oleh sebab itu, tujuan pendidikan secara keseluruhan harus dikuasai oleh guru. Tujuan disusun berdasarkan ciri karakteristik anak dan arah yang ingin dicapai.






  1. Materi




Materi pembelajaran dalam arti luas tidak hanya yang tertuang dalam buku paket yang diwajibkan, akan tetapi mencakup keseluruhan materi pembelajaran. Setiap aktivitas belajar-mengajar pasti harus ada materinya. Anak yang sedang field-trip di kebun raya menggunakan materi jenis tumbuhan dan klasifikasinya. Anak yang praktikum di laboratorium menggunakan materi simbiose katak. Semua materi pembelajaran harus diorganisasikan secara sistematis agar mudah dipahami oleh anak. Materi disusun berdasarkan tujuan dan karakteristik siswa.






  1. Metode




Metode mengajar adalah cara atau teknik penyampaian materi pembelajaran yang harus dikuasai oleh guru. Metode mengajar ditetapkan berdasarkan tujuan dan materi pembelajaran, serta karakteristik anak.






  1. Sarana atau Alat




Agar materi pembelajaran lebih mudah dipahami oleh siswa, maka dalam proses belajar-mengajar digunakan alat pembelajaran. Alat pembelajaran dapat berupa benda yang sesungguhnya, imitasi atau tiruan, gambar, bagan, grafik, tabulasi dan sebagainya yang dituangkan dalam media. Media itu dapat berupa alat elektronik, alat cetak, dan tiruan. Menggunakan sarana atau alat pembelajaran harus disesuaikan dengan tujuan, anak, materi dan metode pembelajaran.






  1. Evaluasi




Evaluasi dapat digunakan untuk menyusun gradasi kemampuan anak didik, sehingga ada penanda simbolik yang dilaporkan kepada semua pihak. Evaluasi dilaksanakan secara komprehensif, objektif, kooperatif, dan efektif. Evaluasi dilaksanakan berpedoman pada tujuan dan materi pembelajaran.






  1. Lingkungan




Lingkungan pembelajaran merupakan komponen kegiatan belajar mengajar yang sangat penting demi suksesnya belajar siswa. Lingkungan ini mencakup lingkungan fisik, lingkungan sosial, lingkungan alam, dan lingkungan psikologis pada waktu kegiatan belajar mengajar berlangsung.


Jika Kamu Seorang Pengajar atau Guru Kamu harus Mengetahui cara Mengajar yang Baik ,Simak Berikut Ulasan berikut ini.




Tips Mengajar Yang Baik


Cara Mengajar yang Baik



  1. Jangan Berdiri Seperti Patung pada Saat Mengajar


Maksudnya adalah seorang guru sebaiknya bergerak ketika sedang mengajar, tidak cuma berdiri di depan kelas saja, atau hanya duduk di meja guru. lakukan teknik mobile  teaching dengan cara guru mencoba untuk mengajar secara lebih dekat pada muridnya, dan berkeliling untuk mengetahui situasi kelas dan murid-muridnya pada saat sedang belajar.


Jika memang pelajaran hitungan sedang diberikan, cobalah guru untuk mendekati murid pada setiap baris tempat duduknya dan lihat perkembangan mereka pada saat mengerjakan hitungan tersebut. Bila saja ada murid yang sedang melamun, atau merasa bingung, maka guru akan dengan tau.





  1. Buat Mereka Merespon Perhatian pada Murid


Untuk mengetahui apakah murid-murid kita ini memperhatikan kita saat mengajar pelajaran tertentu atau tidak, guru bisa melakukan diskusi atau debat argumen agar mereka mau mengeluarkan argumennya. Memang tidak semua murid kita akan bisa berargumen dengan baik, beberapa ada yang terkendala malu bertanya,grogi,dan sbg. Tetapi, apapun respon mereka, pancing terus mereka untuk berpendapat dan hargai setiap argumen yang mereka lontarkan. selain materi pembelajaran bisa mudah mereka fahami, kita juga mengajarkan mereka untuk berani berbicara dan menerima argumen orang lain.





  1. Lakukan Variasi Saat Mengajar


Melakukan variasi dalam metode mengajar ternyata akan berpengaruh positif pada pemahaman murid-murid kita. dapat dibayangkan jika yang terjadi di kelas adalah hanya berbicara saja, dan mendengarkan tanpa ada yang bertanya, maka pemahaman pelajaran akan terasa hambar.


cobalah untuk membuat variasi ketika mengajar. sebelum masuk ke inti pelajaran, awali untuk lebih rilexs dengan menyanyikan lagu yel-yel kelasnya, supaya belajar tetap semangat. guru juga dapat menyisipkan games dalam setiap pelajaran yang sedang diberikan, asalkan games ini berkaitan dengan mata pelajaranya. lakukan lebih banyak diskusi dengan murid-murid kita, supaya mereka aktif dan lebih memahami subjek pelajaranya.





  1. Berikan Perhatian pada Murid


Mengajar bukan saja memberikan materi pelajaran untuk murid-murid kita supaya mereka tau dan mempelajarinya. Mengajar juga perlu memperhatikan keadaan murid-muridnya. Apabila kembali ke masa sekolah dulu, biasanya sang guru akan memperhatikan siswa-siswa tertentu saja, seperti siswa yang paling sering bolos, yang paling pintar, paling cantik dan lain-lain. predikat inilah yang dapat membuat guru sangat mudah mengenali satu persatu muridnya. sebaiknya berikan perhatian pada semua murid. Tiap murid mempunyai talenta dan karakter yang berbeda, Oleh karena itu ketahuilah satu persatu dan dukung mereka supaya bisa berkembang menjadi lebih baik.






  1. Maksimalkan Teknologi




Sekarang semuanya sudah canggih, metode mengajar kita juga harus disesuaikan dengan teknologi yang ada supaya mengajar semakin mudah. manfaatkanlah komputer, Laptop, tablet dan lainya untuk dipakai murid-murid dalam mempelajari sesuatu subjek. Supaya tidak bosan, ubahlah text book pelajaran menjadi bentuk gambar atau audio, dengan begitu murid akan menemukan sesuatu yang dianggap baru dan menyenangkan.


Memanfaatkan teknologi tentunya akan selalu berhubungan dengan internet. saat ini ada banyak website edukasi yang akan memberikan pengetahuan mengenai mata pelajaran yang sedang murid-murid bahas bersama gurunya ini. Mereka dapat mengakses video pembelajaran atau membaca artikel terkait, untuk membuat mereka lebih faham.






  1. Interaktif




Cobalah untuk memakai metode belajar yang interaktif dengan murid-murid kita. Seorang guru memang menguasai materi pelajaran yang akan diberikan pada anak muridnya, tetapi perkembangan anak juga harus kita fikirkan. Mereka akan banyak mempunyai rasa ingin tahu terhadap sesuatu, tentang issu yang mungkin sedang dibahas pada mata pelajaran tertentu. Berikan kesempatan mereka untuk bertanya seputar pelajaran yang sedang dibahas.


Guru dapat mengawali dengan menceritakan kisah pendek terkait pelajaran tersebut. Buat mereka menjadi bertanya-tanya agar mereka lebih mudah mengerti dan memahami sebenarnya bagaimana menyelesaikan pertanyaan dalam sebuah pelajaran.






  1. Sesekali Belajar di Luar Kelas




Beberapa guru ada yang suka memakai metode ini, dimana murid-muridnya digiring ke luar kelas pada pagi hari, dan mereka belajar di luar kelas. Metode seperti ini dianggap akan kembali merefresh keadaan otak murid-murid kita yang telah sering menerima pelajaran setiap harinya. Lakukan pembelajaran yang cenderung menyenangkan, seperti membuat pasangan kata pada sebuah kertas dan menyuruh mereka untuk mencari maksud dari padanan kata tersebut, sesuai di buku pelajaran. Coba perhatikan, murid-murid akan terasa fresh dan pelajaran lebih mudah untuk diserap .





  1. Siapkan Materi dengan Animasi


Dalam menyampaikan pelajaran kepada murid-murid kita, sebaiknya kita tidak menghabiskan waktu dengan membahas point yang tak penting untuk disampaikan. Siapkan poin-poin dari materi pelajaran dalam bentuk yang lebih animasi. Bila memang bisa disampaikan dengan poin, kita dapat gunakan slide presentasi lewat power point. Buatlah beberapa slide tampilan materi pembelajaran dengan menyisipkan animasi dan bergerak .


Hal tersebut akan berguna supaya penyampaian materi tidak membosankan. Penjelasan poin seperti ini lebih jelas dalam mengarahkan tujuan dalam mengajar. Sesekali sarankan juga murid-murid untuk belajar membuat presentasi Di power point. selain itu, kita juga dapat gunakan Video pembelajaran supaya suasana belajar lebih baru.





  1. Lebih Sabar dan Berikan Hadiah


Sebagai guru, kita juga harus bisa lebih sabar untuk menghadapi banyaknya respon anak murid kita, baik sabar dalam pemahaman pembelajaran, ataupun sabar dalam mendorong mereka untuk terus semangat belajar. respon anak murid kita akan berbeda-beda pada pelajaran, sekalipun berbagai strategi yang unik telah  coba kita lakukan untuk membuat suasana belajar lebih seru.


Untuk lebih menyemangati anak murid kita, tak ada salahnya jika kita memberikan reward atau hadiah setiap anak murid kita yang berhasil menjawab pertanyaan kuis atau test harian saat di kelas. Hadiah juga merupakan salah satu motivasi untuk anak-anak murid kita supaya lebih semangat belajar.





  1. Perhatikan Closing/menutup Kegiatan Mengajar


Ktika pelajaran akan segera berakhir waktunya, maka terapkan teknik closing belajar yang benar, supaya murid-murid tidak mudah melupakan poin apa saja yang sudah mereka pelajari hari ini. Ulangi kembali poin pembelajaran tadi, secara garis besar supaya murid-murid kita tetap mengingatnya dan juga mulai memahaminya.


Setelah itu, coba untuk menarik kesimpulan dari pembelajaran tersebut supaya dapat melanjutkan ke materi selanjutnya secara teratur, murid akan tetap mengingat materi sebelumnya, bila teknik closingnya seperti ini. Beritahukan tentang materi yang akan dibahas selanjutnya di pertemuan minggu depan. Sarankan murid-murid untuk membaca poin penting pelajaran berikutnya sebelum pelajaran dimulai.




Pola-pola Belajar Siswa


Gagne menggolongkan pola-pola belajar siswa ke dalam delapan tipe di mana yang satu merupakan prasyarat bagi yang lainnya yang lebih tinggi tingkatannya. Masing-masing tipe dapat dibedakan dari yang lainnya dilihat dari kondisi yang diperlukan buat berlangsungnya proses belajar bagi yang bersangkutan. Kedelapan tipe tersebut adalah:


Tipe 1, Signal Learning (belajar isyarat). Tipe ini merupakan tahap yang paling dasar, sehingga tidak menuntut persyaratan, namun merupakan tingkat yang harus dilalui untuk tipe belajar yang lebih tinggi. Signal learning dapat diartikan sebagai proses penguasaan pola-pola dasar perilaku bersifat involuntary (tidak disengaja dan tidak disadari tujuannya). Dalam tipe ini terlibat aspek reaksi emosional di dalamnya. Kondisi yang diperlukan untuk berlangsungnya tipe belajar ini telah diberikannya secara serempak dan berulang kali.


Tipe 2, Stimulus-Respon Learning (belajar rangsangan tanggapan). Bila tipe di atas dapat digolongkan dalam jenis classical condition, maka tipe belajar 2 ini termasuk ke dalam instrumental condi¬tioning (Kimble-1961) atau belajar dengan trial and error. Menurut Gagne, proses belajar bahasa pada anak-anak merupakan proses yang serupa dengan ini. Kondisi yang diperlukan untuk berlangsungnya tipe belajar ini ialah faktor inforcement. Waktu antara stimulus (rangsangan) pertama dan berikutnya sangat penting. Semakin singkat jarak S-R dengan S-R berikutnya, semakin kuat reinforcement.


Tipe 3, Chaining (mempertautkan), dan tipe 4 Verbal Asso¬ciation. Kedua tipe belajar ini setaraf, yaitu belajar mengajar yang menghubungkan satuan ikatan S -R yang satu dengan yang lain. Kondisi yang diperlukan dalam berlangsungnya tipe belajar ini antara lain secara internal anak sudah harus menguasai sejumlah satuan pola S-R, baik psikomotorik maupun verbal. Selain itu, prinsip kesinambungan, pengulangan, dan reinforcement tetap penting bagi berlangsungnya proses chaining dan association.




demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id mengenai Cara Mengajar yang Baik : Pengertian, Indikator, Prinsip, Ciri, Metode, Klasifikasi, Konsep Dasar, Sistem, Pola, dan Tipsnya, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.



Sumber jk.com

Rumus Medan Magnet

Pengertian Medan Magnet


Medan magnet adalah ruangan di sekitar kutub magnet, yang gaya tarik/tolaknya masih dirasakan oleh magnet lain. Dalam arti luas Medan magnet, adalah suatu medan yang dibentuk dengan menggerakan muatan listrik (arus listrik) yang menyebabkan munculnya gaya di muatan listrik yang bergerak lainnya.


(Putaran mekanika kuantum dari satu partikel membentuk medan magnet dan putaran itu dipengaruhi oleh dirinya sendiri seperti arus listrik; inilah yang menyebabkan medan magnet dari ferromagnet “permanen”). Sebuah medan magnet adalah medan vektor: yaitu berhubungan dengan setiap titik dalam ruang vektor yang dapat berubah menurut waktu. Arah dari medan ini adalah seimbang dengan arah jarum kompas yang diletakkan di dalam medan tersebut.




Sifat Medan Magnet


Hasil kerja Maxwell telah banyak menyatukan listrik statis dengan kemagnetan, yang menghasilkan sekumpulan empat persamaan mengenai kedua medan tersebut. Namun, berdasarkan rumus Maxwell, masih terdapat dua medan yang berbeda yang menjelaskan gejala yang berbeda. Einsteinlah yang berhasil menunjukkannya dengan relativitas khusus, bahwa medan listrik dan medan magnet adalah dua aspek dari hal yang sama (tensor tingkat 2), dan seorang pengamat bisa merasakan gaya magnet di mana seorang pengamat bergerak hanya merasakan gaya elektrostatik.


Jadi, dengan menggunakan relativitas khusus, gaya magnet adalah wujud gaya elektrostatik dari muatan listrik yang bergerak, dan bisa diprakirakan dari pengetahuan tentang gaya elektrostatik dan gerakan muatan tersebut (relatif terhadap seorang pengamat).


sifat medan magent


Arus mengalir melalui sepotong kawat membentuk suatu medan magnet (M) disekeliling kawat. Medan tersebut terorientasi menurut aturan tangan kanan.




Prinsip Kemagnetan


Pada sebuah magnet sebenarnya merupakan kumpulan jutaan magnet ukuran mikroskopik yang teratur satu dan lainnya. Kutub utara dan kutub selatan magnet posisinya teratur (lihat gambar 3). Secara keseluruhan kekuatan magnetnya menjadi besar. Logam besi bisa menjadi magnet secara permanen (tetap) atau bersifat megnet sementara dengan cara induksi elektromagnetik. Tetapi ada beberapa logam yang tidak bisa menjadi magnet, misalnya tembaga dan aluminium, dan logam tersebut dinamakan diamagnetik.


Bumi merupakan magnet alam raksasa, dapat dibuktikan dengan alat yang dinamakan kompas, dimana jarum penunjuk pada kompas akan menunjukkan arah utara dan selatan bumi kita, seperti diperlihatkan pada gambar 1. Karena sekeliling bumi sebenarnya dilingkupi garis gaya magnet yang tidak tampak oleh mata kita tapi bisa diamati dengan kompas keberadaannya.




Rumus Medan Magnet






  • Kuat Medan ( H ) = Itensity




Kuat medan magnet di suatu titik di dalam medan magnet ialah besar gaya pada suatu satuan kuat kutub di titik itu di dalam medan magnet m adalah kuat kutub yang menimbulkan medan magnet dalam Ampere-meter.


R jarak dari kutub magnet sampai titik yang bersangkutan dalam


rumus medan magnet







  • Garis Gaya.




Garis gaya adalah Lintasan kutub Utara dalam medan magnet atau garis yang bentuknya demikian hingga kuat medan di tiap titik dinyatakan oleh garis singgungnya.


Sejalan dengan faham ini, garis-garis gaya keluar dari kutub-kutub dan masuk ke dalam kutub Selatan. Untuk membuat pola garis-garis gaya dapat dengan jalan menaburkan serbuk besi disekitar sebuah magnet.


Gambar pola garis-garis gaya.


magnet




Macam Contoh bentuk Magnet


magnet batang, magnet ladam, magnet jarum


magnet batang


Magnet dapat diperoleh dengan cara buatan.


Jika baja di gosok dengan sebuah magnet, dan cara menggosoknya dalam arah yang tetap, maka baja itu akan menjadi magnet.


magnet baja


Baja atau besi dapat pula dimagneti oleh arus listrik.


Baja atau besi itu dimasukkan ke dalam kumparan kawat, kemudian ke dalam kumparan kawat dialiri arus listrik yang searah. Ujung-ujung sebuah magnet disebut Kutub Magnet. Garis yang menghubungkan kutub-kutub magnet disebut sumbu magnet dan garis tegak lurus sumbu magnet serta membagi dua sebuah magnet disebut garis sumbu.


baja


 




Hukum Biot Savart


Besar induksi magnetik di satu titik di sekitar elemen arus, sebanding dengan panjang elemen arus, besar kuat arus, sinus sudut yang diapit arah arus dengan jaraknya


hukum biot savart


sampai titik tersebut dan berbanding terbalik dengan kwadrat jaraknya.


Vektor B tegak lurus pada I dan r, arahnya dapat ditentukan dengan tangan kanan


Secara matematis untuk menentukan besarnya medan magnet disekitar kawat berarus listrik digunakan metode kalkulus. Hukum Biot Savart tentang medan magnet disekitar kawat berarus listrik adalah


keterangan




Demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id mengenai Rumus Medan Magnet : Sifat, Contoh, Dimensi, Pengeritan, Gambar, Prinsip, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.



Sumber jk.com

Tuesday, April 21, 2020

Penyetaraan Reaksi Redoks

Pengertian Reaksi Redoks


Reaksi Redoks adalah persamaan kimia di mana jumlah oksidasi atom yang terlibat dalam reaksi kimia berubah ketika reaksi terjadi.  Reaksi tersebut adalah persamaan kimia di mana jumlah oksidasi atom yang terlibat dalam reaksi kimia berubah ketika reaksi terjadi. Definisi ini memperkenalkan kita untuk konsep lain yang mendasar dalam kimia yang sangat penting, bilangan oksidasi. Mari kita mendefinisikannya.


Bilangan oksidasi adalah angka yang persis sama dengan valensi atom tetapi nomor oksidasi membawa tanda dengan itu. Tanda ini mengungkapkan sifat muatan pada spesies yang sesuai ketika terbentuk dari atom netral. Mari kita memahami hal ini melalui contoh. Bilangan oksidasi klorin dalam asam klorida (HCl) adalah -1, asam klor (HClO3) adalah +5 dan asam perklorat (HClO4) itu adalah +7.


untuk menghitung bilangan oksidasi, kita harus mempertimbangkan berbagai bagian oksidasi semua atom dalam molekul dan kemudian menyamakan jumlah semua dari mereka untuk muatan total pada molekul. Ada berbagai aturan untuk mencari bilangan oksidasi atom dalam molekul. Namun, di sini kita hanya akan melihat bagaimana untuk menemukan nomor oksidasi Cl di HClO3.




Contoh Reaksi Redoks


Pembentukan Hidrogen Fluorida

Reaksi: H2 + F2 = 2HF


Zat teroksidasi: Hidrogen

Zat dikurangi: Fluor


Oksidasi Reaksi: H2 → 2H + + 2e –

Pengurangan Reaksi: F 2 + 2e – → 2F –


Dalam reaksi pertama, hidrogen mengoksidasi dengan meningkatkan jumlah oksidasi 0-1 sedangkan pada reaksi kedua, fluor berkurang dengan mengurangi bilangan oksidasi dari 0 sampai -1. Akhirnya, muatan total pada molekul yang terbentuk adalah nol sebagai jumlah elektron yang diperoleh selama oksidasi dikonsumsi selama proses reduksi. Akhirnya, persamaan ternyata,


H2 → 2H+ + 2e – + F2 + 2e- → 2F – = H2+ F2= 2H + + 2F –


H2 + H2 → 2H+ + 2F – → 2HF


Beberapa Contoh lainnya


Beberapa contoh telah disebutkan di sini. Dalam contoh ini, hanya reaksi lengkap telah disebutkan bukan reaksi sel setengah.


Reaksi antara Fe (II) dan CuSO 4 solusi: Fe + CuSO¬4 + → FeSO4 + Cu (Fe teroksidasi, Cu berkurang)

Oksidasi Fe (II) menjadi Fe (III) oleh hidrogen peroksida dan asam: 2 Fe2+ + H2O2 + 2 H + → 2 Fe3+ + 2 H2O

Oksidasi glukosa menjadi karbon dioksida: C6 H12 O 6 + 6 O2 → 6 CO 2 + 6 H2O

Reaksi antara Kalium Permanganat dan Sodium sulfit: 2 KMnO4 + 3 Na 2 SO 3 + H 2 O → 2 MnO 2 + 3 Na 2 SO 4 + 2 KOH

Reaksi asam dan basa: 3 CU + 8 HNO3 → 3 CuSO 4 + 8 NO (g) + 4 H 2 O




Konsep Reaksi Redoks






  • Konsep Reaksi Redoks Berdasarkan Penggabungan dan Pelepasan Oksigen




Pada awalnya sekitar abad ke-18, konsep reaksi oksidasi dan reduksi didasarkan atas penggabungan unsur/senyawa dengan oksigen untuk membentuk oksida, dan pelepasan oksigen dari senyawa. Reaksi oksidasi adalah reaksi penggabungan oksigen dengan unsur atau senyawanya seperti pada contoh berikut:


konsep reaksi redoks


Reaksi reduksi adalah reaksi pelepasan oksigen dari senyawanya seperti contoh berikut:


reaksi redoks






  • Konsep Reaksi Redoks Berdasarkan Pengikatan dan Pelepasan Elektron




Memasuki abad ke-20, para ahli melihat suatu karakteristik mendasar dari reaksi oksidasi dan reduksi ditinjau dari ikatan kimianya, yaitu adanya serah terima elektron. Reaksi oksidasi melibatkan pelepasan elektron, sedangkan reaksi reduksi melibatkan penerimaan elektron. Konsep ini dapat diterapkan untuk reaksi-reaksi yang tidak melibatkan oksigen.


Reaksi oksidasi adalah reaksi pelepasan elektron, sedangkan reaksi reduksi adalah reaksi penerimaan elektron. Ditinjau dari serah terima elektron, reaksi oksidasi dan reduksi selalu terjadi bersama-sama. Artinya, ada zat yang melepas elektron atau mengalami oksidasi dan ada zat yang menerima elektron atau mengalami reduksi. Reaksi-reaksi berikut menunjukkan terjadinya serah terima elektron.


REDOKS




Bilangan Oksidasi


Untuk menerapkan konsep reaksi oksidasi dan reduksi berdasarkan perubahan bilangan oksidasi, terlebih dahulu harus mengetahui apa itu bilangan oksidasi dan bagaimana cara menentukan harga bilangan oksidasi suatu unsur. Bilangan oksidasi dari suatu atom unsur adalah muatan yang dimiliki oleh atom. Jika elektron valensinya cenderung tertarik ke atom lain yang berkaitan dengannya maka akan memiliki keelektronegatifan relatif lebih besar.


Secara umum, untuk 2 atom yang berkaitan (secara ionik maupun kovalen) berlaku aturan:



  1. Atom unsur dengan keelektronegatifan yang lebih kecil mempunyai bilangan oksidasi positif.

  2. Atom unsur dengan keelektronegatifan yang lebih besar mempunyai bilangan oksidasi negatif.


Untuk menentukan bilangan oksidasi atom suatu unsur berlaku aturan berikut:



  1. Bilangan oksidasi atom dalam unsur bebas sama dengan 0 (nol).


Contoh:


Bilangan oksidasi atom dalam unsur Na, Fe, C, H2, Cl2, P4, dan S8 sama dengan 0 (nol).



  1. Bilangan oksidasi ion monoatom sama dengan muatan ionnya.




Laporan Bilangan Oksidasi


Membedakan konsep oksidasi reduksi ditinjau dari penggabungan dan pelepasan oksigen, pelepasan dan penerimaan elektron, serta peningkatan dan penurunan bilangan oksidasi


Menentukan bilangan oksidasi atom/unsur dalam senyawa atau ion


Reaksi redoks mengandung dua pengertian, yaitu reaksi reduksi dan reaksi oksidasi. Peengertian reaksi oksidasi dan reaksi reduksi berkembang sesuai dengan perkembangan ilmu kimia.




Perkembangan Reaksi Redoks


Pada awalnya  oksidasi adalah reaksi pengikatan oksigen oleh suatu zat.


Contoh


perkembangan reaksi redoks


reduksi merupakan reaksi pelepasan oksigen oleh suatu  zat


Contoh:


reaksi redoks


Karena reaksi kimia tidak hanya melibatkan oksigen saja . Misalnya reaksi antara gas klorin dengan natrium.




Kepanjangan Reaksi Redoks


Redoks adalah istilah yang menjelaskan berubahnya bilangan oksidasi (keadaan oksidasi) atom-atom dalam sebuah reaksi kimia.


Hal ini dapat berupa proses redoks yang sederhana seperti oksidasi karbon yang menghasilkan karbon dioksida, atau reduksi karbon oleh hidrogen menghasilkan metana (CH4), ataupun ia dapat berupa proses yang kompleks seperti oksidasi gula pada tubuh manusia melalui rentetan transfer elektron yang rumit.


Istilah redoks berasal dari dua konsep, yaitu reduksi dan oksidasi. Ia dapat dijelaskan dengan mudah sebagai berikut:



  1. Oksidasi menjelaskan pelepasan elektron oleh sebuah molekul, atom, atau ion

  2. Reduksi menjelaskan penambahan elektron oleh sebuah molekul, atom, atau ion.


Walaupun cukup tepat untuk digunakan dalam berbagai tujuan, penjelasan di atas tidaklah persis benar. Oksidasi dan reduksi tepatnya merujuk pada perubahan bilangan oksidasi karena transfer elektron yang sebenarnya tidak akan selalu terjadi. Sehingga oksidasi lebih baik didefinisikan sebagai peningkatan bilangan oksidasi, dan reduksi sebagai penurunan bilangan oksidasi. Dalam praktiknya, transfer elektron akan selalu mengubah bilangan oksidasi, namun terdapat banyak reaksi yang diklasifikasikan sebagai “redoks” walaupun tidak ada transfer elektron dalam reaksi tersebut (misalnya yang melibatkan ikatan kovalen).




Demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id mengenai Penyetaraan Reaksi Redoks : contoh, Konsep, Bilangan, Pengertian, Perkembangan, Laporan, Kepanjagan, semgoa artikel ini bermanfaat bagi anda semuuanya.



Sumber jk.com

Proses Terbentuknya Minyak Bumi

Pengertian Minyak Bumia


Minyak bumi merupakan campuran berbagai macam zat organik, tetapi komponen pokoknya adalah hidrokarbon. Minyak bumi disebut juga minyak mineral karena diperoleh dalam bentuk campuran dengan mineral lain.


Minyak bumi tidak dihasilkan dan didapat secara langsung dari hewan atau tumbuhan, melainkan minyak bumi berasal dari jasad-jasad hewan atau plankton yang sudah tua umurnya atau yang sudah punah ( fosil ). Karena itu, minyak bumi dikatakan sebagai salah satu dari bahan bakar fosil.


minyak bumi


Minyak bumi juga dijuluki sebagai Emas Hitam. Emas hitam yang dimaksud adalah cairan cairan kental, coklat gelap, atau kehijauan yang mudah terbakar, yang berada di lapisan atas dari beberapa area dikerak bumi.




Sejarah Pembentukan Minyak Bumi


Sumber energi yang banyak digunakan untuk memasak, kendaraan bermotor danindustri berasal dari minyak bumi,gas alam dan batu bara. Ketiga jenis tersebut bahan bakar tersebut berasal dari pelapukan sisa-sisa organisme sehinggga disebut bahan bakar fosil. Minyak bumi dan gas alam berasal dari jasad renik lautan, tumbuhan dan hewan yang mati sekitar 150 juta tahun yang lampau.


Sisa-sisa organisme itu mengendap di dasar lautan yang kemudian ditutupi oleh lumpur. Lapisan lumpur tersebut lambat laun berubah menjadi batuan karena pengaruh suhu dan tekanan lapisan di atasnya. Sementara itu,dengan meningkatnya tekanan dan suhu, bakteri anaerob menguraikan sisa-sisa jasad renik itu dan mengubahnya menjadi minyak dan gas.


Proses pembentukan minyak dan gas ini memakan waktu jutaan tahun.Minyak dan gas yang terbentuk meresap dalam batuan yang berpori bagaikan air dalam batu karang .Minyak dan gas dapat pula bermigrasi dari suatu daerah ke daerah lain, kemudian terkonsentrasi jika terhalang oleh lapisan yang kedap. Walaupun minyak bumi dan gas alam terbentuk di dasar lautan, banyak sumber minyak dan gas yang terdapat di daratan. Hal ini terjadi karena pergerakan kulit bumi, seingga sebagian lautan menjadi daratan.


Adapun batu bara yang dipercaya berasal dari pohon-pohon dan pakis yang hidup sekitar 3 juta tahun yang lalu, kemudian terkubur mungkin karena gempa bumi atau letusan gunung berapi.




Komposisi Minyak Bumi (The Trilogy) .


Minyak bumi adalah campuran komplek hidrokarbon plus senyawaan organik dari Sulfur, Oksigen, Nitrogen dan senyawa-senyawa yang mengandung konstituen logam terutama Nikel, Besi dan Tembaga.


Minyak bumi sendiri bukan merupakan bahan yang uniform, melainkan berkomposisi yang sangat bervariasi, tergantung pada lokasi, umur lapangan minyak dan juga kedalaman sumur.


Dalam minyak bumi parafinik ringan mengandung hidrokarbon tidak kurang dari 97 % sedangkan dalam jenis asphaltik berat paling rendah 50 %.






  • Komponen Hidrokarbon




Perbandingan unsur-unsur yang terdapat dalam minyak bumi sangat bervariasi. Berdasarkan atas hasil analisa, diperoleh data sebagai berikut :



  • Karbon : 83,0-87,0 %

  • Hidrogen : 10,0-14,0 %

  • Nitrogen : 0,1-2,0 %

  • Oksigen : 0,05-1,5 %

  • Sulfur : 0,05-6,0 %


Komponen hidrokarbon dalam minyak bumi diklasifikasikan atas tiga golongan, yaitu :



  • golongan parafinik

  • golongan naphthenik

  • golongan aromatik

  • sedangkan golongan olefinik umumnya tidak ditemukan dalam crude oil, demikian juga hidrokarbon asetilenik sangat jarang.




Komponen Minyak Bumi


Komponen-komponen apa sajakah yang terkandung dalam minyak bumi ?


Di dalam minyak bumi terdapat campuran yang kompleks dari berbagai macam hidrokarbon terutama alkana mulai dari yang paling sederhana seperti : metana ( CH4 ), etana ( C2H6 ), propane ( C3H8 ) dan butana ( C4H10) sampai dengan alkana yang berantai panjang lurus atau bercabang


Senyawa alkana yang paling banyak ditemukan dalam minyak bumi adalah normal


Oktana dan isooktana ( 2,2,4- trimetil pentana )


komponen minyak bumi


Komponen lain yang terdapat pula di dalam minyak bumi adalah:






  • Hidrokarbon Aromatis




Diantaranya adalah etil benzena


benzena






  • Sikloalkana




Sikloalkana yang ditemukan dalam minyak bumi adalah siklopentana dan sikloheksana. Misalnya dalam senyawa metil siklopentana dan etil sikloheksana.




Pemisahan Fraksi-fraksi Minyak Bumi


telah kita ketahui bahwa minyak bumi terdiri dari berbagai campuran hidrokarbon. Komponen- komponenn dari minyak bumi itu disebut juga dengan isstilah fraksi-fraksi minyak bumi yang daapt dipisahkan satu dengan yang lain melalui proses penyulingan atu destilasi secara bertingkat-tingkat berdasarkan perbedaan titik didih masing-masing komponennya.


Proses destilasi dikerjakan dengan menggunakan kolom-kolom destilasi , pada jarak tertentu, kolom-kolom dilengkapi dengan pelat-pelat yang mempunyai bublle cup (tutup / sungkup gelembung). Pelat-pelat ini berguna untuk memisahkan fraksi-fraksi yang mempunyai titik didih tertentu. Mula-mula minyak mentah dipanaskan pada suhu sekitar 350 derajat celcius, kemudian dipompakan kedalamj kolom destilasi.


Sebagian dari minyak akan menguap dan naik ke atas melalui bublle cup. Pada bublle cup ini, uap minyak yang mempunyai titik didih tinggi diembunkan dan mencair. Uap yang tidak mencair akan naik terus ke atas dan akan mencair pada bublle cup di atasnya. Uap yang tidak mencair pada saat melalui bublle cup akan keluar sebagai gas, langsung dari kolom bagian atas.


Adeapun fraksi- fraksi yanmg diperoleh dari destialsi minyak bumi tersebut adalah :






  • Gas




Umumnya gas terdiri dari campuran metana, etana , propane atau isobutana, campuran gas ini kemudian dicairkan  pada tekanan tinggi dan diperdagangkan dengan nama LPG (Liquipied Petroleum Gas ). Gas yang terdapat dalam LPG umumnya campuran propane, butana, dan isobutana. LPG biasanya dikemas dalam botol-botol baja yang beratnya 15 kg,dan dipakai sebagai bahan bakar rumah tangga.






  • Bensin




Bensin diperoleh sebagai hasil destilasi pada suhu 70-140. bensin banyak digunakan sebagai bahan bakar mobil dan motor






  • Napta




Napta dikenal sebagai bensin berat, dan diperoleh sebagai hasil destilasi yang mempunyai trayek titik didih antara 140-180.


Napta digunakan sebagai bahan dasar untuk pembuatan senyawa-senyawa kimia yang lain misalnya :etilena dan senyawa aromatik yang sering digunakan untuk zat aditif pada bensin.






  • Kerosin




Kerosi mempunyai trayek didih antara 180-250. dalam kehiduan sehari-hari, kerosin diperdagangkan dengan nama minyak tanah.






  • Minyak Diesel




Minyakm diesel mempunyai trayek titik didih 25-350°C minyak diesel dipergunakan sebagai bahan bakar pada motor-motor diesel.






  • Fraksi yang menghasilkan minyak pelumas




Paraffin cair dan padat, teristimewa terdapat di Sumatera dan Kalimantan, paraffin dipergunakan sebagai bahan bakar






  • Residu




Residu yaitu zat-zat yang masih tertinggal dalam ketel. Menghasilkan petroleumasfalt yang dipakai pada konstruksi jalan




Proses Pembentukan Minyak Bumi


Membahas identifikasi minyak bumi tidak dapat lepas dari bahasan teori pembentukan minyak bumi dan kondisi pembentukannya yang membuat suatu minyak bumi menjadi spesifik dan tidak sama antara suatu minyak bumi dengan minyak bumi lainnya.


Ada banyak hipotesa tentang terbentuknya minyak bumi yang dikemukakan oleh para ahli, beberapa diantaranya adalah :






  • Teori Biogenesis ( organik )




Macqiur (Perancis, 1758) merupakan orang yang pertama kali mengemukakan pendapat bahwa minyak bumi berasal dari tumbuh-tumbuhan. Kemudian M.W. Lamanosow (Rusia, 1763) juga mengemukakan hal yang sama. Pendapat di atas juga didukung oleh sarjana lainnya seperti, New Beery (1859), Engler (1909), Bruk (1936), Bearl (1938) dan Hofer. Mereka menyatakan bahwa: “minyak dan gas bumi berasal dari organisme laut yang telah mati berjuta-juta tahun yang lalu dan membentuk sebuah lapisan dalam perut bumi.”






  • Teori Abiogenesis ( Anorganik )




Barthelot (1866) mengemukakan bahwa di dalam minyak bumi terdapat logam alkali, yang dalam keadaan bebas dengan temperatur tinggi akan bersentuhan dengan CO2 membentuk asitilena. Kemudian Mandeleyev (1877) mengemukakan bahwa minyak bumi terbentuk akibat adanya pengaruh kerja uap pada karbida-karbida logam dalam bumi.


Yang lebih ekstrim lagi adalah pernyataan beberapa ahli yang mengemukakan bahwa minyak bumi mulai terbentuk sejak zaman prasejarah, jauh sebelum bumi terbentuk dan bersamaan dengan proses terbentuknya bumi. Pernyataan tersebut berdasarkan fakta ditemukannya material hidrokarbon dalam beberapa batuan meteor dan di atmosfir beberapa planet lain 2).




Manfaat dan Kegunaan Minyak Bumi dan Residunya


Minyak bumi memiliki banyak kegunaan, antara lain adalah sebagai berikut:



  • Bahan bakar gas


Terdapat dua jenis gas alam dalam bentuk cair yang dapat digunakan sebagai bahan bakar, yaitu:



  • Liquefied Natural Gas (LNG)


LNG dikenal juga sebagai gas rawa yang terdiri atas 90% metana dan 10% etena



  • Liquefied Petroleum Gas (LPG)


LPG sehari-hari dikenal sebagai gas elpiji yang memiliki komponen utama propana (C3H8) dan butana (C4H10)


Bahan bakar gas umum digunakan untuk keperluan rumah tangga dan industri. Penggunaan bahan bakar gas bagi kendaraan bermotor yang bertujuan mengurangi pencemaran udara. Selain itu, gas alam juga digunakan sebagai bahan baku pembuatan plastik dan pembuatan zat aditif bensin.



  • Pelarut dalam industri. Contohnya, petroleum eter.

  • Bahan bakar kemdaraan bermotor. Contohnya, bensin dan solar.

  • Bahan bakar rumah tangga dan bahan baku pembuatan bensin. Contohnya, kerosin atau minyak tanah.

  • Bahan bakar untuk mesin diesel (pada kendaraan bermotor, seperti bus, truk, kereta api, dan traktor)

  • Minyak pelumas. Digunakan untuk pelumasan atau lubrikasi mesin-mesin.

  • Bahan pembuatan sabun dan detergen.




Daerah Pertambangan Minyak Bumi di Indonesia


Indonesia penambangan minyak terdapat di berbagai tempat, misalnya Aceh, Sumatera Utara , Kalimantan , dan Irian Jaya. Daerah penghasil minyak bumi terdiri atas 49 kabupaten (0-4 mil laut), 5 kota penghasil (0-4 mil laut) dan 4 propinsi penghasil (4-12 mil laut).


Pada tahun 2004, daerah yang memiliki wilayah Kabupaten/kota terbanyak yang memproduksi minyak bumi adalah Sumatera Selatan dan Kalimantan Timur (masing-masing 8 kabupaten/kota penghasil) dengan tingkat lifting pada kisaran 38 juta barel per tahun namun kabupaten yang diperkirakan produksinya paling besar adalah Bengkalis diikuti Rokan Hilir dan Kutai Kertanegara.




Komposisi Senyawa dan Jenis Penyusun Minyak Bumi


Penyusun minyak bumi menurut Purba (2004) dikelompokkan ke dalam empat kelompok, yaitu:


Hidrokarbon Jenuh (alkana)



  • Dikenal dengan alkana atau parafin

  • Keberadaan rantai lurus sebagai komponen utama (terbanyak), sedangkan rantai bercabang lebih sedikit

  • Senyawa penyusun diantaranya:



  1. Metana CH4

  2. etana CH3 CH3

  3. propana CH3 CH2 CH3

  4. butana CH3 (CH2)2 CH3

  5. n-heptana CH3 (CH2)5 CH3

  6. iso oktana CH3 – C(CH3)2 CH2 CH (CH3)2


Hidrokarbon Tak Jenuh (alkena)



  • Dikenal dengan alkena

  • Keberadaannya hanya sedikit

  • Senyawa penyusunnya:



  1. Etena, CH2 CH2

  2. Propena, CH2 CH CH3

  3. Butena, CH2 CH CH2 CH3




Demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id mengenai Proses Terbentuknya Minyak Bumi : Komposisi, Pengolahan, Sejarah, Fraksi, Pembentukan, Komponen, Pengertian, Manfaat, Jenis, Macam, Konsep, semoga artikel ini bemrmanfaat bagi anda semuanya.



Sumber jk.com

Contoh Proposal

Pengertian Proposal


Proposal adalah sebuah rencana yang dituangkan dalam bentuk rancangan kegiatan dalam bentuk tulisan dan dijelaskan secara berurutan dan jelas. Proposal biasanya dijadikan pedoman kerja atau acuan dalam pelaksanaan kegiatan yang akan direncanakan.


Contoh Proposal


Secara etimologis kata proposal berasal dari bahasa Inggris, yakni Propose yang artinya pengajuan/ mengajukan atau permohonan. Suatu pihak memberikan proposal untuk menawarkan ide, gagasan, atau rencana kepada pihak lain supaya mendapatkan dukungan. Dukungan tersebut bisa berupa ijin, persetujuan, dana, dan lain-lain.




Tujuan Proposal


Secara umum tujuan dibuatnya proposal ialah untuk mendapatkan ijin atau persetujuan dari suatu pihak mengenai rencana atau rancangan yang akan dilakukan. Selain itu, proposal juga sering dibuat untuk permohonan dana/ sponsorship lewat kerjasama dengan pihak lain.




Fungsi Proposal






  1. Di Bidang Penelitian Umum




Proposal berfungsi sebagai dasar untuk melakukan penelitian yang berhubungan dengan sosial, budaya, agama, ekonomi, dan bidang dan lain-lain.






  1. Di bidang usaha atau bisnis,




Proposal berfungsi sebagai gambaran dan proyeksi dalam mendirikan sebuah usaha.






  1. Di bidang pendidikan




Proposal berfungsi untuk memberikan informasi mendetail tentang sebuah kegiatan ketika mengajukan dana untuk pelaksanaan kegiatan, contohnya perayaan, seminar, pelatihan, dan lain-lain.






  1. Dalam sebuah proyek




proposal berfungsi sebagai dasar untuk melakukan tender, baik dari lembaga pemerintah ataupun swasta.




Jenis-Jenis Proposal






  1. Proposal Kegiatan




Proposal Kegiatan  adalah proposal untuk melakukan sebuah kegiatan. Isi proposal kegiatan ialah pengajuan rencana kegiatan, baik yang sifatnya individu ataupun kelompok, contohnya pentas seni dan budaya.


Seringkali proposal kegiatan ini sekaligus untuk pengajuan permohonan meminta dana dari pihak tertentu Dan sebagai kompensasi, penyelenggaran kegiatan akan menawarkan sesuatu yang menguntungkan bagi donatur, contohnya space iklan.






  1. Proposal Bisnis




Proposal Bisnis adalah proposal yang berhubungan dengan dunia bisnis, baik perseorangan ataupun kelompok. Misalnya adalah proposal pendirian sebuah usaha, proposal kerjasama antar perusahaan, dan lain-lain.






  1. Proposal Penelitian




Jenis proposal ini biasanya dipakai pada bidang akademisi. Misalnya proposal penelitian untuk membuat skripsi, tesis, dan lainnya. Proposal ini dibuat tujuanya untuk pengajuan kegiatan penelitian.






  1. Proposal Proyek




Jenis proposal ini biasanya dipakai pada dunia bisnis dimana isi proposal ini tentang rangkaian rencana kegiatan. Misalnya adalah proposal sebuah proyek pembangunan.




Bentuk-Bentuk Proposal





  • Proposal Formal


Proposal formal umumnya dilengkapi dengan 3 bagian utama:



  1. Pendahuluan (sampul, halaman judul, kata pengantar, ikhtisar, daftar isi, lembar pengesahan)


b.Isi proposal (latar belakang, pembatasan masalah, tujuan, ruang lingkup, susunan panitia, waktu, biaya)



  1. Data pelengkap proposal (lampiran, tabel, daftar pusaka, dan lain-lain).






  • Proposal Semi Formal




Proposal semi formal umumnya tidak selengkap proposal formal tetapi masih berbentuk baku. Di dalam proposal semi formal biasanya ada informasi tentang masalah, saran, pemecahan, dan permohonan.






  • Proposal Non Formal




Proposal non formal umumnya hampir sama dengan proposal semi formal dan disampaikan dalam bentuk surat maupun memorandum. Di dalam proposal non formal juga ada berbagai hal seperti masalah, saran, pemecahan, dan permohonan.




Contoh Proposal Kegiatan Sekolah




Judul Proposal


Proposal Kegiatan Pentas Seni SMK Negeri 8 Bandar Lampung dalam Rangka Acara Hari Kemerdekaan Nasional.



  1. PENDAHULUAN

  2. Latar Belakang


Salah satu kreatifitas dan kekayaan bangsa yang perlu dilestasikan ialah seni. Sudah semestinya seni yang telah ada dikembangkan sedemikian rupa supaya tidak punah. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengembangkan seni ialah dengan mengadakan pentas seni. Oleh karena itu, pengurus OSIS SMK Negeri 8 Bandar Lampung  hendak mengadakan acara pentas seni satu sekolah.


Tujuan dari digagasnya pentas seni tersebut ialah untuk bisa meningkatkan kecintaan serta apresiasi masyarakat pada seni. Juga untuk menumbuhkan bibit-bibit seniman baru. Karena itulah kami merasa perlu mengadakan acara Pentas Seni.






  • Tujuan Kegiatan




Berikut ini tujuan digagasnya agenda pentas seni :



  1. Untuk semakin memperat hubungan silaturahmi di antar siswa.

  2. Agar bisa meningkatkan kreatifitas dari siswa dalam bidang seni.

  3. Untuk menghibur semua yang ada di sekolah mulai dari gurunya hingga muridnya.

  4. ISI PROPOSAL

  5. Tema


Kegiatan ini mengambil tema “Pentas Seni Masa Kini”, agar minat siswa dan siswi semakin meningkat dalam bidang seni.






  • Macam macam Kegiatan




Adapun isi kegiatan ini adalah:


-Pentas seni musik.


-Drama.


-Pentas band.



  1. Peserta


Peserta dari pentas seni ini adalah semua siswa SMK Negeri 8 Bandar Lampung yang akan dibagi masing-masing kelasnya.



  1. Alat yang Diperlukan


Adapun beberapa alat yang dibutuhkan adalah:


– Kostum.


– Panggung.


– Spanduk.


– Atribut tambahan lainnya.



  1. Waktu dan Tempat Kegiatan


Adapun waktu serta tempat pelaksanaan kegiatannya adalah:


– Pentas seni musik: Hari Minggu pagi


– Drama: Hari Minggu Siang


– Pentas band: Hari Minggu Malam



  1. Susunan Acara

  2. Susunan Kepanitian

  3. Anggaran Dana


Kegiatan ini membutuhkan dana sekitar 3.750.000. Dan dana yang saat ini tersedia adalah 7.300.000.




  • PENUTUP




Demikianlah proposal kegiatan pentas seni yang kami buat. Kami mengharapkan partisipasi aktif dari semua pihak untuk kelancaran kegiatan ini ke depannya. Atas perhatian dari bapak dan Ibu guru, kami ucapkan terima kasih.




Karakteristik Proposal Penelitian


Proposal penelitian mahasiswa memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut



  1. Merupakan suatu rancangan pokok penelitian yang akan dilakukan guna mengumpulkan bahan penulisan skripsi.

  2. Memperlihatkan kemampuan mahasiswa terhadap permasalahan yang akan diteliti dan pendekatan atau metode yang digunakan dalam penelitian tersebut.

  3. Ruang lingkup proposal sesuai dengan bidang kajian akademis mahasiswa.

  4. Rancangan penelitian mengacu kepada permasalahan aktual dan memiliki kontribusi bagi pengembangan ilmu maupun kepentingan praktisi di lapangan.




Sistematika dan Format Proposal Penelitian


Proposal atau rancangan penelitian merupakan pedoman yang berisi langkah-langkah yang akan diikuti oleh peneliti dalam melakukan penelitian. Proposal penelitian harus dibuat secara baik dan jelas sehingga mampu menjadi pegangan selama penelitian berlangsung.


Secara umum ada aturan-aturan, baik yang bersifat metodologis maupun teknis dalam menyusun proposal. Aturan-aturan itu pada umumnya bersifat universal, meskipun untuk hal-hal tertentu  yang bersifat teknis ada yang harus disesuaikan dengan kebutuhan lembaga-lembaga tertentu. Tidak semua proposal penelitian mempunyai format atau komponen yang sama. Para ahli mengajukan format dan komponen berbeda antara yang satu dengan lainnya. Namun begitu, secara umum proposal penelitian antara lain meliputi:






  • Pendahuluan




Bagian ini antara lain berisi: latar belakang masalah, identifikasi masalah, batasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian.






  • Tinjauan pustaka




Bagian ini antara lain berisi: kajian teori, kerangka berpikir penelitian, dan hipotesis penelitian






  • Prosedur penelitian




Bagian ini antara lain berisi: jenis dan pendekatan penelitian, lokasi dan waktu penelitian, populasi dan sampel, teknik pengumpulan data, instrumen penelitian, dan teknis analisis data.


Selain ketiga komponen di atas, proposal penelitian kadang dilengkapi dengan rancangan jadwal pelaksanaan penelitian, dan rancangan pembiayaan penelitian. Sistematika proposal penelitian terkadang tidak sama antara penelitian satu dengan penelitian lainnya. Hal ini bergantung pada pemikiran si peneliti, atau kadang telah ditentukan oleh institusi yang menaungi dan atau membiayai penelitian tersebut.





Syarat Proposal yang Baik


Sebuah proposal penelitian dapat dikatakan bagus apabila memenuhi beberapa persyaratan, diantaranya






  1. Sistematis




Sistematis artinya sesuai dengan pola tertentu dari sederhana hingga kompleks. Proposal harus dapat memberikan gambaran tentang rencana penelitian yang akan dilakukan. Susunan proposal dapat bervariasi tergantung kebijakan institusi. Namun biasanya harus mengandung latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan, manfaat, rencana metodologi yang akan digunakan, dan alat ukur yang digunakan.






  1. Terencana




Proposal yang baik memuat langkah-langkah pelaksanaan penelitian, lengkap dengan jadwal pengumpulan data, analisa data hingga pelaporannya.






  1. Mengikuti konsep ilmiah




Proposal harus mengikuti kaidah penulisan ilmiah. Baik tata cara penulisan dan tata bahasa yang digunakan.




Cara Membuat Proposal yang Baik


Banyak mahasiswa dan peneliti awal tidak mengetahui maksud proposal penelitian,  bahkan mereka juga tidak mengetahui cara membuat proposal penelitian yang baik. Proposal penelitian biasanya diajukan kepada dosen pembimbing sebelum seorang mahasiswa menentukan sebuah topik penelitin. Proposal tersebut dapat diterima oleh pembimbing atau ditolak. Jika diterima maka mahasiswa tersebut dapat meneruskan melakukan penelitian sesuai dengan proposal. Namun, jika proposal penelitian ditolak maka mahasiswa harus melakukan revisi proposal penelitian. Bagaimanakan cara membuat proposal penelitian yang baik? Proposal yang baik harus mengarahkan kepada pertanyaan berikut






  • Berisi Topik Yang Menarik dan Penting




Bagian pertama yang menarik bagi reviewer, baik itu dosen atau reviewer umum, adalah topik. Apakah topik penelitian anda cukup menarik dan berisi informasi penting. topik yang menarik adalah topik yang terkait dengan isu aktual. Misalnya ketika tahun 2008 topik yang menarik adalah mengenai isu krisis keuangan dunia. Untuk mengukur seberapa penting topik penelitian anda. Untuk mengukur hal ini dapat dilihat dari seberapa besar dampaknya bagi kehidupan atau masyarakat.






  1. Berisi Kajian Literatur Yang Mutakhir




Proposal yang baik harus memuat literatur-literatur yang terbaru. Penelitian paling tidak mengambil literatur dalam 10 tahun terakhir. Penelitian-peneltian yang diambil harus relevant dengan topik yang anda ambil. Untuk mendapatkan literatur yang mutahir tentunya anda perlu membaca banyak jurnal terkait. Rajin-rajin lah ke perpustakaan atau browsing untuk mencari jurnal-jurnal terkait.


Sumber literatur yang muthakhir tidak harus dari jurnal. peneliti dapat mengutipnya dari buku atau laporan yang relevan. Mengapa penelitian yang berkualitas lebih banyak menjadikan jurnal sebagai referensi utama. Tentunya tingkat kemutakhiran keilmuan lebih banyak terdapat pada jurnal. Jurnal adalah kumpulan-kumpulan hasil penelitian terbaru yang dikelompokkan berdasarkan disiplin ilmu masing-masing. Pada jurnal, secara periodik terdapat update terbaru dari suatu disiplin ilmu. Itulah mengapa penelitian yang berkualitas lebih banyak menjadikan jurnal sebagai referensi utama.






  1. Berisi Metode Yang Tepat




Metode yang digunakan yang akan digunakan harus dapat menjawab permasalahan penelitian yang telah anda tulis pada bagian sebelumnya. Metode yang digunakan dapat berupa metode kuantitatif atau metode kualitatif. Tidak ada metode yang lebih baik. yang ada adalah metode yang tepat menjawab permasalahan.


jika tujuan penelitian anda adalah untuk melakukan eksplorasi dan mengharapkan hasil yang fokus dan mendalam, maka metode penelitian kualitatif tentu akan tepat digunakan. sebaliknya jika anda mengharapkan hasil penelitian yang dapat menggeneralisasi subjek penelitian menjadi lebih luas, tentu metode penelitian kuantitatif cocok digunakan.


Misalnya anda hendak mengambil kesimpulan mengenai preferensi masyarakat terhadap kandidiat presiden dari suatu populasi di satu provinsi yang memiliki populasi jutaan penduduk, maka metode penelitian kuantitatif cocok digunakan. Penelitian kuantitatif mampu menarik kesimpulan yang lebih luas dan mewakili subjek penelitian yang sangat banyak. Kelemahannya adalah hasil penelitian yang kurang mendalam jika dibandingkan dengan metode penelitian kualitatif yang lebih fokus.






  1. format penulisan harus benar




Walaupun proposal anda telah memenuhi unsur-unsur penting di atas, namun jika tidak ditulis dengan format yang benar, saya pastikan proposal penelitian anda ditolak oleh dosen pembimbing anda. Jangan lupakan format penulisan yang benar. Setiap kampus memiliki format penulisan yang berbeda. oleh karena itu bacalah panduan penulisan sesuai dengan kampus anda.


Hindarilah typo atau salah pengetikan dalam menulis proposal penelitian. Mungkin anda akan menghadapi dosen pembimbing yang cenderung fokus kepada format penulisan. Biasanya pembimbing yang seperti ini tidak akan menerima proposal penelitian sebelum kesalahan pengetikan atau ejaan diperbaiki terlebih dahulu.





demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id mengenai Contoh Proposal Yang Baik : Pengertian, Tujuan, Fungsi, Jenis, Bentuk, Karakteristik, Sistematika, Format, Syarat dan Cara Membuatnya, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.



Sumber jk.com